Komisi II DPRD Medan Dorong Disdik Segera Realisasikan Insentif Guru Honor

90
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medan, Sudari ST.

tobasatu.com, Medan | Komisi II DPRD Kota Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera merealisasikan dana insentif bagi guru honor di Kota Medan.

“Kita pertanyakan ke Disdik Medan, kira-kira kepastian bakal tiap bulan, 3 bulan sekali itu mereka terima agar itu bisa rencanakan selanjutnya oleh para guru honor di Kota Medan,” kata Sudari selaku pimpinan rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Medan dengan para guru honor dan Disdik Kota Medan, Senin (8/5/2023).

Apalagi, disebutkan Sudari, dalam perealisasian dana insentif rencanakan berdasarkan klaster para guru honor, hal ini perlu diketahui sehingga dipahami semua pihak atas penerimaan dana insentif tersebut.

Sedangkan, Jansen selaku anggota Komisi II DPRD Medan, turut mendorong perealisasian dana insentif, agar tidak mencari-cari alasan keterbatasan anggaran di Pemko Medan, sehingga pencairan masih mengalami masalah sampai saat ini.

Mujiono perwakilan dari Disdik Kota Medan, menjelaskan adanya konstruksi keuangan dari APBD Pemko Medan yang mengalami pengurangan, sehingga dinaikkan penerima insentif minimal 2 tahun bertugas.

“Yang satu tahun ga kita terima, tapi kami juga berusaha akan tampung aspirasi para guru honor ini demi meningkatkan kesejahteraan guru-guru honor dalam kolaborasi Disdik dengan guru honor, ini kami ajukan di P APBD,” jelasnya.

Didalam perubahan atau P APBD, paparnya,  akan menyesuaikan draf awal pembagian klaster masa kerjanya. Bahwa kemarin 2 tahun, akan dimundurkan menjadi 1 tahun mendapatkan insentif.

“Agar semua dapat, tak ada perbedaan, tapi yang baru 1 tahun ga mungkin sama dapatnya dengan yang sudah 5 tahun kerja. Jadi perbedaannya di masa kerja nya,” serunya.

Adapun, Rahma Nasution Ketua Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) mengaku apa yang dipaparkan Disdik mengenai dana insentif sudah sesuai, hanya saja diperlukan kepastian berapa bulan dana tersebut diterima para guru honor.”Apakah tiap bulan, 3 bulan sekali atau 4 bulan sekali,” ujar Rahma.

BACA JUGA  DPRD Medan Usulkan Ranperda Tentang Pengendalian LPG 3 Kg

Sedangkan, Meriana guru sekolah dari Medan Johor berharap sekali kepastian realisasi dana insentif, mengingat para guru honor menerima gaji berharap melalui dana BOS.

“Harapan kami kiranya ini direalisasikan setiap bulan, ini harapan kami semua guru honor,” tutupnya.(ts-02)