Serba-serbi PRSU Ke 49, Ada Songket Silau Laut Hingga Tengkuluk Khas Melayu di Stand Pemkab Asahan

2500
Pemerintah Kabupaten Asahan ikut ambil bagian dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRS) ke-49 tahun 2023. Sejumlah produk lokal andalan ikut dipamerkan, diantaranya Songket Silau Laut yang menjadi ciri khas daerah tersebut hingga Tengkuluk yakni topi khas Melayu.

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kabupaten Asahan ikut ambil bagian dalam Pekan Raya Sumatera Utara (PRS) ke-49 tahun 2023. Sejumlah produk lokal andalan ikut dipamerkan, diantaranya Songket Silau Laut yang menjadi ciri khas daerah tersebut hingga Tengkuluk yakni topi khas Melayu.

Darwan selaku Koordinator Paviliun Pemkab Asahan ketika ditemui Jumat (23/06/2023) mengatakan, sangat mengaresiasi kegiatan PRSU tersebut. Menurutnya, kegiatan spektakuler di Sumatera Utara ini merupakan tempat untuk melakukan mempromosi produk-produk lokal dari daerahnya masing-masing agar lebih diketahui banyak orang.

“PRSU harus mendapat dukungan dukungan dari semua pihak, sehingga gaungnya lebih besar lagi. Memang, kalau saya nilai saat ini sudah besar gaungnya, namun jika semua pihak mendukung maka lebih besar lagi,” kata Darwan.

Dia juga menyebutkan, semenjak PRSU ke 49 dibuka Gubernur Sumatera Utara para pengunjung hingga saat ini terus ramai. Artinya, antusias masyarakat untuk menyaksikan pameran produk-produk lokal yang disajikan di setiap paviliun kabupaten/kota di Sumatera Utara dan stand-stand yang ikut memeriahkan pagelaran ini begitu tinggi.

“Saya berharap tahun depan PRSU makin meriah dan negara tetangga bertambah ikut serta memeriahkannya,” harap Koordinator Paviliun Pemkab Asahan itu. Pemkab Asahan siap bersaing dalam menyajikan produk-produk lokal dari daerah lainnya. Soalnya, PRSU ini selain tempat untuk berpromosi juga untuk bersaing baik secara kualitas dan kuantitas yang terpenting harga terjangkau,” ujarnya.

Lebih jauh Darwan menjelaskan, Pemkab Asahan juga memiliki tempat-tempat wisata kuliner khas daerah yang lezat dan wisata alam yang wajib dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun luar daerah Asahan.

Di Asahan ada beberapa tempat obyek-obyek wisata yang begitu indah yaitu: Danau Teratai adalah salah satu danau terletak di Desa Terusan Tengah, Kecamatan Tinggi Raja, 19 km dari Kota Kisaran. Luas kawasan Danau Teratai ini ±100 ha yang terdiri dari danau, rawa, dan hutan bakau.

Air Terjun Unong Sisapa terletak di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, ± 52 km dari ibu kota kabupaten. Dari pusat kecamatan lokasi Air Terjun Unong Sisapa berjarak ± 5 km. Air Terjun Simonang-monang terletak di Desa Bandar Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulau, ± 73 km dari kota Kisaran. Air Terjun Ponot terletak di Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, ± 90 km dari Ibu Kota Kabupaten Kisaran.

Selanjutnya, Jembatan Gantung Bedeng merupakan suatu lokasi rekreasi di bagian Sungai Asahan, Wisata Bedeng berkembang disebabkan lokasinya yang strategis. Jembatan gantung ini terletak di daerah kilometer, Aek Song-songan. Pelabuhan Bagan Asahan terletak di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Danau di Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Barat tepatnya di Jalan Ahmad Yani (Lintas Timur Pulau Sumatera). Sumber air danau ini berasal dari air hujan dan saluran kota.

Kemudian, Pasiran adalah bagian dari aliran Sungai Silau, yang berada di Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Jarak Sungai Pasiran ke Pusat Kecamatan ± 11 km, dan ke desa terdekat 5 km. Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran, Alun-alun Rambate Raya Kisaran, Taman Hutan Kota Kisaran dan Museum Asahan keempat obyek wisata itu berlokasi di Kota Kisaran.

“Banyak lagi obyek wisata yang harus kita kunjungi jika ke Pemkab Asahan ykni: Air Terjun Turbo (Turunan Bolon), Paccur Napitu, Air Terjun Jambuara Indah, Ragil Waterboom Kisaran, Wisata Alam Goa Simanik-Manik, Pantai Simallo, Wisata Air Terjun Simanik-Manik, Bendungan Sigura Gura, Air Terjun Sampuran Harimau, Air Terjun Unong Sisapa, Air Terjun Boru Silalahi, Wisata Kelapa Gading, Air Terjun Alam Tani, Puncak Galau,” papar Darwan sembari menunjukkan brosur.

Disamping itu, Ulos Asahan, Songket Silau Laut, kerupuk Ikan Asahan, Keripik Singkong Asahan, Dodol Widia, Sambal Asahan, Teh Celup Serta Herbal Jahe Temulawak Kunyit, dan lain-lain. ” Batik Suluk merupakan batik khas dari Kabupaten Asahan. Semua motif yang ada di batik itu menggambarkan sebuah kearifan lokal dan sejarah dari Kabupaten Asahan,” katanya.

Ditambahkan, Dal Ni Horbo adalah makaman terbuat dari olahan susu kerbau yang dimasak sehingga menjadi gumpalan susu seperti keju. “Lezat dimakan,” singkatnya. (ts-02)