PLN Canangkan Program Medan Rapi Tanpa Kabel, Dewan Tunggu Keseriusan Pemko

98
Anggota DPRD Medan Haris Kelana Damanik

tobasatu.com, Medan | Ketua Komisi IV DPRD Medan Haris Kelana Damanik ST MH mempertanyakan keseriusan kolaborasi pihak PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut dengan Pemko Medan guna merealisasikan program Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) di Kota Medan.

“Kita tunggu pembuktian kolaborasi itu yang dinyatakan GM PLN UIW Sumut Awaluddin Hafid saat audensi dengan Walikota Medan Bobby Afif Nasution kemarin. Mengaku siap kolaborasi mendukung program Pemko Medan untuk menerapkan Medan tanpa kabel di Kota Medan,” tegas politisi Gerindra itu, Rabu (5/7/2023).

Selama ini, kata Haris selaku Ketua Komisi IV DPRD Medan yang membidangi pembangunan dan infrastruktur itu, banyak pemasangan kabel listrik yang semrawut di Kota Medan. Seperti pemasangan kabel listrik ke rumah hanya dari mustahil ke mustang tanpa tiang. Sama halnya tiang listrik yang lapuk dan keropos.

“Kondisi itu perlu dibenahi guna mewujudkan kerapian dan menjaga estetika keindahan kota,” ujar Haris.

Untuk itu, kata Haris, langkah audensi yang dilakukan pihak PLN ke wali kota dan membangun kesepakatan untuk kolaborasi sangat tepat. Namun menurut Haris perlu ada progres yang sesegera mungkin ditindaklanjuti.

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengajak PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut berkolaborasi mendukung Program Pemko Medan yakni Medan Rapi Tanpa Kabel (Merata) saat menerima saat menerima audiensi PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut di Balai Kota Medan, Selasa (4/7/2023).

Melalui Program Merata ini, dilakukan penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dengan memindahkannya dari udara ke bawah tanah.

Penataan SJUT ini untuk mewujudkan kerapian agar selaras dengan kaidah tata ruang, kelestarian dan estetika sehingga Kota Medan nantinya akan terlihat semakin menarik dan estetik.

Selain menurunkan kabel dari udara ke bawah tanah juga mengajak PT PLN UIW Sumut berkolaborasi dengan Pemko MedanĀ  untuk mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun menjadi sumber energi. Diungkapkannya, pengelolaan sampah menjadi sumber energi ini sesuai tawaran yang disampaikan Pemerintah Belanda kepada Pemko Medan.

“Pemerintah Belanda ingin membantu Pemko Medan dalam penanganan sampah, termasuk pengelolaan gas metana (CH4) menjadi sumber energi yang dapat digunakan menghasilkan listrik,” jelas Bobby Nasution.

Sedangkan GM PLN UIW Sumut Awaluddin Hafid menyampaikan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemko Medan guna memajukan Kota Medan, terutama dalam pelayanan kelistrikan.

“Kami siap berkolaborasi untuk memberikan pelayanan kelistrikan secara optimal kepada masyarakat. Semoga kita dapat menerima masukan dari Bapak Wali Kota dalam membangun sistem kelistrikan di Kota Medan, sebutnya. (ts-02)