Inovasi Centang Aden untuk Penanganan Stunting, Terbukti Efektif

348
Kecamatan Medan Denai meluncurkan inovasi baru untuk penanganan stunting di daerah tersebut. sampah yang dihasilkan masyarakat bisa diolah menjadi uang untuk kemudian dibelikan makanan guna menambah gizi balita agar tidak terkena stunting.

tobasatu.com, Medan | Guna mencegah terjadinya stunting pada anak, Kecamatan Medan Denai meluncurkan inovasi Centang Aden (Pencegahan dan Penanganan Stunting Anak Denai). Inovasi yang diprakarsai oleh Camat Medan Denai Ananda Sulung Parlaungan tersebut terbukti berhasil mengurangi jumlah anak penderita stunting yang ada di wilayah tersebut.

Camat Medan Denai Ananda Sulung Parlaungan mengatakan inovasi Centang Aden ini guna mendukung program Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam penanganan stunting di Kota Medan.

Dalam pelaksanaanya Centang Aden memiliki dua pola penanganan, pertama dengan memanfaatkan sampah yang ada. Dimana setiap hari Jumat sore seluruh ASN,PHL dan Kepling se-Kecamatan Medan Denai diwajibkan membawa sampah plastik atau barang bekas dari rumah masing-masing ke Kantor Camat. Sampah dan barang bekas yang telah terkumpul selanjutnya di timbang dan diserahkan ke Bank Sampah yang ada di wilayah Medan Denai.

“Setiap jumat sore kita melakukan pengumpulan sampah untuk dijual ke Bank Sampah. Hasil dari penjualan itu kita gunakan untuk penanganan anak stunting, gizi buruk dan gizi kurang yang ada di wilayah kita,” kata Ananda Sulung Parlaungan.

Selain mengumpulkan sampah, pola kedua dalam inovasi Centang Aden ini sebut Ananda Sulung Parlaungan ialah dengan melakukan gerakan Kotak Stunting dengan cara mengumpulkan dana secara sukarela kepada seluruh ASN, PHL dan Kepling.

“Jadi setiap hari senin pagi setelah apel kita mengumpulkan dana secara sukarela. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari unsur tiga pilar yang ada di Kecamatan dan juga TP PKK beserta Puskesmas.”sebutnya.

Selanjutnya dikatakan Ananda Sulung Parlaungan lagi, dana yang telah terkumpul dari penjualan sampah dan Kotak Stunting tersebut diserahkan kepada anak penderita stunting, gizi buruk dan kurang gizi dalam bentuk makanan tambahan dan bahan baku makanan.

BACA JUGA  Wartawan Unit Pemprov Sumut Sosialisasikan Pola Hidup Sehat Cegah Stunting di Siantar

“Makanan tambahan kita berikan kepada anak penderita stunting sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan usulan dari Puskesmas dan TPG (tenaga pelaksana gizi) yang diserahkan setiap minggunya. Sedangkan untuk bahan baku makanan kita berikan kepada keluarga yang anaknya menderita gizi buruk dan gizi kurang sebagai langkah mengantisipasi terjadinya stunting,”jelasnya.

Dari hasil inovasi yang telah berjalan, Ananda Sulung Parlaungan menyebutkan terjadi penurunan anak penderita stunting dari yang sebelumnya berjumlah 12  anak kini menjadi 9 anak.

“Dari data yang ada tercatat terjadi penurunan angka anak stunting di Kecamatan Medan Denai yang sebelumnya berjumlah 12 orang dalam kurun waktu beberapa bulan ini menurun menjadi 9 orang anak. Artinya sudah ada 3 orang anak yang sehat,”sebutnya.

Dengan adanya inovasi ini Ananda Sulung Parlaungan berharap angka stunting di Kecamatan Medan Denai terus mengalami penurunan, dengan demikian dapat mendukung sekaligus mensukseskan program Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam penanganan stunting di kota Medan.

Sementara itu warga yang menerima bantuan makanan tambahan, Nurul mengaku senang mendapatkan bantuan makanan tambahan untuk anaknya. Nurul berharap anaknya dapat kembali sehat. (ts-02)