Penambal Ban dan Istrinya Dibegal di Belawan, Leher Ditempel Pisau, Kaki Dipukul Martil

383

tobasatu,com, Belawan | Di tengah perjalanan pulang selepas bekerja, Tohrudi Nduru (48) dan istrinya Lidia Giawa (45) dicegat delapan pemuda. Di bawah ancaman martil, penambal ban ini dipaksa menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.

Perampokan tersebut terjadi, Kamis (14/9/2023) dinihari tak jauh dari rumahnya. Tohrudi Nduru dan istrinya Lidia Giawa, dalam perjalanan menuju kediaman mereka di Lorong Kesenian, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.

Tohrudi sehari-hari bekerja sebagai penambal ban di Jalan Sumatera Belawan, Kecamatan Medan Belawan. Ketika beraksi, para pelaku yang masih remaja memukul kaki Tohrudi dengan menggunakan martil. Selain kaki, Tohrudi juga mengalami luka di mata kanan dan pipi kanan akibat dianiaya para pelaku.

Lidia Giawa, istri korban mengatakan, pada hari itu ia bersama suami pulang untuk memeriksa keadaan 4 orang anak dan rumahnya. Karena dalam beberapa hari lalu sempat kemalingan. Sebelum sampai ke rumah, tiba-tiba 8 orang pemuda berusia sekitar 17 tahunan mencegat mereka dan meminta sejumlah uang.

Tohrudi memohon ampun kepada remaja tersebut untuk diizinkan pergi karena tidak memiliki uang. Para pelaku yang mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan martil tersebut, tidak peduli dengan permohonan penambal ban ini.

Mereka membekap Lidia dan mengancamnya dengan pisau ditempel lehernya. Para pelaku juga memukul kaki Tohrudi dengan martil. Mereka meminta sepeda motor yang dikendarai Tohrudi.

Terpaksa Tohrudi menyerahkan sepeda motornya. Dengan kaki terpincang, Tohrudi dan Lidia kabur.

Karena tidak lagi memiliki uang, Tohrudi tetap bekerja dan membuka warung tambal ban dengan kondisi tubuh yang luka-luka.

Tohrudi menyebut telah melaporkan kasus pembegalan ini ke Polsek Medan Belawan. Ia berharap seluruh pelaku dapat ditangkap dan sepeda motor yang digunakannya untuk bekerja dapat dikembalikan. (ts14)

BACA JUGA  Sudah Sepuh, Nenek 60 Tahun Malah Terlibat Sindikat Perampokan