12 Tahun OJK Ikut Majukan Sumatera Utara, Ini Komitmen yang Dilakukan

202
Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut),

tobasatu.com, Medan | 12 tahun kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditandai dengan perjalanan panjang dalam perannya mengawasi dan memajukan sektor jasa keuangan di Indonesia.

Mengemban tugas selaku perwakilan OJK di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kantor OJK Sumut juga terus berupaya memberikan kontribusi signifikan selama 12 tahun terakhir dalam membangun ekonomi dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.

Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Bambang Mukti Riyadi melalui Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Wan Nuzul Fachri melalui siaran persnya, Selasa (5/12/2023) menyampaikan, dengan berbagai inisiatif dan upaya yang progresif, OJK tberupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mendorong pertumbuhan, dan menjaga kinerja sektor jasa keuangan.

“Melalui pengawasan yang ketat, OJK mengidentifikasi dan menangani risiko potensial yang dapat mengancam stabilitas keuangan di daerah. Kantor OJK Sumut berperan dalam meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan daerah, terutama dengan memberikan akses keuangan yang lebih mudah kepada pelaku usaha lokal, termasuk sektor UMKM,” ujarnya.

Penyaluran kredit kepada UMKM di Sumut terus melanjutkan tren pertumbuhan hingga mencapai 12,77 persen yoy. Andil kredit UMKM terhadap total kredit juga sudah melewati target yang dicanangkan oleh pemerintah sebesar 30 persen (September 2023: 30,40 persen, meningkat cukup substansial dibandingkan September 2022 yang tercatat 26,71 persen).

“Dari sektor pembiayaan non bank, nilai piutang pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan melanjutkan pertumbuhan yang tinggi pada September 2023 sebesar 22,98 persen yoy. Pertumbuhan tersebut juga didukung dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang masih terjaga sebesar 2,08 persen,” katanya.

Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending juga terus menunjukkan pertumbuhan outstanding pada September 2023 sebesar 28,39 persen yoy. Sementara itu, tingkat risiko pembiayaan secara keseluruhan (TWP90) berada dalam level yang aman sebesar 2,03 persen, dibawah NPL perbankan dan NPF perusahaan pembiayaan.

Selain itu, perkembangan investor pasar modal juga telah mengalami peningkatan seiring dengan kemajuan teknologi dan akses yang lebih mudah ke informasi keuangan. “Hingga September 2023, tercatat sebanyak 538.635 rekening investor di Sumatera utara dengan pertumbuhan 20,30 persen yoy. Dari segi instrumen investasi, reksadana merupakan instrumen investasi dengan jumlah investor terbanyak, yaitu 505.995 dengan pertumbuhan sebesar 21,74 persen yoy,” katanya.

Pencapaian kinerja sektor jasa keuangan tersebut, lanjutnya menjadi bukti komitmen OJK dalam memastikan bahwa sektor jasa keuangan dapat beroperasi secara aman dan memberikan keuntungan maksimal bagi masyarakat.

“Selama 12 tahun, OJK juga telah mengambil langkah-langkah konkrit dalam memberikan perlindungan kepada konsumen. Salah satunya dengan mengembangkan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) yang di-launching pada Januari 2021 yang lalu. APPK (diakses melalui kontak157.ojk.go.id) merupakan sistem berbasis web yang dapat diakses oleh seluruh pihak secara daring. Layanan Utama APPK yang dapat digunakan oleh konsumen dan masyarakat, yaitu layanan pertanyaan, informasi dan pengaduan,” ujarnya.

Selama Januari hingga Oktober 2023, OJK telah menerima sebanyak 8.226 permintaan layanan yang berasal dari masyarakat di wilayah Sumut. Permintaan ini terdiri dari 6.464 pertanyaan, 840 permohonan informasi, dan 922 pengaduan. (ts-20)