Anies Satu-satunya Capres Soroti Isu Perempuan dalam Debat Terakhir Capres

202
Edy Rahmayadi usai Nobar Debat Capres yang digelar di halaman kantor TPD AMIN Sumut, Minggu malam (4/2/ 2024).

tobasatu.com, Medan | Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) AMIN Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yakin perempuan di Sumatera Utara adalah perempuan pintar dan akan memilih AMIN paslon nomor urut 1 karena Anies Baswedan satu-satunya Calon Presiden yang menyoroti persoalan perempuan dalam debat Capres terakhir.

“Taulah kita, perempuan-perempuan di Sumatera Utara ini, pintar-pintar semua, bukan kaleng-kaleng. Jangan coba-coba ngular. Saya yakin, perempuan Sumatera Utara yang pintar-pintar ini sudah melihat jelas, satu-satunya Capres yang menyoroti isu perempuan, hanya Anies Baswedan. Dia bicara jelas tentang kekerasan terhadap perempuan, upah perempuan yang banyak kita temukan lebih rendah dari laki-laki, sampai urusan ruang bermain anak di kantor-kantor pemerintahan dan perusahaan agar para perempuan bisa bekerja dengan tenang dan punya waktu untuk menyusui anaknya tanpa harus lari pulang ke rumah,” kata Edy Rahmayadi usai Nobar Debat Capres yang digelar di halaman kantor TPD AMIN Sumut,  Minggu malam (4/2/ 2024).

Sikap tegas Paslon Nomor Urut 1 atas masa depan perempuan di Republik ini, kata Edy, adalah sikap penghormatan yang nyata akan kesetaraan, keadilan hukum dan perlindungan untuk kaum perempuan.

“Kekerasan terhadap perempuan tidak boleh disepelekan, tugas perempuan sebagai pekerja dan sebagai ibu dilindungi baik yang di Indonesia maupun yang bekerja di luar negeri. Perempuan itu harus dimuliakan, sampai soal Cat Calling pun dibahas Anies Baswedan, karena itu perbuatan menghina perempuan. Saya yakin seluruh perempuan di Sumatera Utara sependapat soal itu,”pungkasnya.

Ditambahkan Edy, debat capres kelima dan merupakan debat terakhir adalah debat paling anyar dan semua masyarakat Sumatera Utara dapat melihat jelas, siapa pemimpin Indonesia yang akan membangkitkan negara ini dari keterpurukan keadilan, ketimpangan sosial dan ketidaksetaraan.

“Anies Baswedan dapat gelar Le Chef dari netizen, karena visi misinya adalah impian rakyat Indonesia, impian saya, impian kamu. Kita akan wujudkan itu dengan mengangkatnya jadi Presiden. Saya sudah bicara langsung dengan beliau, jika beliau tidak melaksanakannya visi misinya, saya akan berteriak lantang mengingatkannya, dan semua orang akan dibolehkan mengkritik tanpa harus takut masuk penjara,”tegasnya.

Pada debat kelima capres Pemilu 2024 kali ini, capres nomor urut 1 Anies Baswedan berdebat kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. Debat ini menyoroti sikap pemerintah terkait perlindungan perempuan di Indonesia.

Anies Baswedan menyoroti tiga persoalan seputar isu perempuan dalam debat capres. Ia berbicara soal cat calling, pemenuhan daycare, kekerasan terhadap perempuan, serta upah perempuan setara dengan laki-laki.

Berdasarkan catatan Anies, terdapat 3,2 juta kasus kekerasan terhadap perempuan selama delapan tahun terakhir. Sebab itu menurut dia, perempuan harus dimuliakan dan dilindungi, juga kekerasan terhadap perempuan tidak boleh disepelekan.

“Tak boleh dianggap sebagai isu kecil dari mulai cat calling sampai kekerasan fisik. Itu semua harus ditindak tegas dan kami akan tindak tegas. Soal kesetaraan, yang sekarang bekerja dibangunkan daycare sehingga bagi ibu yang mempunyai anak bisa ada tempatnya. Perempuan juga harus punya upah yang setara dengan laki-laki,” kata Anies.

Debat capres terakhir yang digelar kemarin itu membahas tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta kesejahteraan sosial dan inklusi. (ts-02)