TPID Medan Gelar Rakor Jelang Ramadan, Jaga Stabilitas Inflasi dan Harga Komoditas

203

tobasatu.com, Medan | Stabilitas harga komoditas bahan pangan pokok penting (bapokting) di Kota Medan harus dijaga, terlebih saat bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 H mendatang.

Hal ini terungkap saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan menggelar rapat kordinasi (rakor) membahas persiapan menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri 1445 H, Rabu (6/2/2024) di ruang rapat 2 Kantor Wali Kota Medan.

Rakor dipimpin oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili oleh Kabag Perekonomian Regen. Hadir pada rapat tersebut, Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wahyu Yuwana, Kadis Ketapang, Pertanian, dan Perikanan Gelora Ginting, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, Kepala BPS Medan Hafsyah Aprilia, Wapimcab Bulog Medan Matius, Dirbang/SDM PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi, perwakilan OPD jajaran Pemko Medan, perwakilan Kodim 0201/Medan, perwakilan Polrestabes Medan, dan perwakilan Kadin Medan.

Kabag Perekonomian Regen mengungkapkan selama Ramadan agar harga komoditas bapokting tidak mengalami kenaikan. Ini untuk menjaga stabilitas inflasi yang tahun ini ditarget 2,5 persen plus minus 1. “Respon cepat komoditas yang harganya bergejolak, agar diambil tindakan supaya tidak sampai berimbas dengan naiknya inflasi,” sebut Regen.

Sementara itu Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wahyu Yuwana menuturkan faktor pendorong laju inflasi antara lain konflik geopolitik mendorong tingginya harga energi energi dan pangan, suku bunga yang masih tinggi, cuaca ekstrem yang mengganggu produksi dan distribusi pangan, hingga kebijakan proteksi pangan yang mengganggu pasokan.

Di rakor tersebut, Kepala BPS Medan Hafsyah Aprillia menjelaskan dari data bulan ke bulan, pada Februari 2024 inflasi di Kota Medan sebesar 0,36 persen. Inflasi pada Februari 2024, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu.

BACA JUGA  Pemko Medan dan Polda Sumut Perkuat Sinergitas Pembangunan

Lanjut dikatakan Hafsyah, untuk komoditas utama penyebab inflasi Februari 2024 adalah beras, cabai merah, daging ayam ras dan minyak goreng.

Selama Ramadan, kata Hafsyah, perlu diwaspadai terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak akibat tingginya permintaan. Beberapa komoditas tersebut seperti tarif angkutan udara, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras. “Komoditas ini menunjukan permintaan yang tinggi diminggu pertama Maret 2024,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno menuturkan program Pasar Murah Keliling masih terus menyambangi tiap kelurahan. Hal ini guna memastikam kelancaran distribusi bapok seperti beras, minyak goreng, dan gula putih yang dijual di Pasar Murah Keliling sekaligus menjaga stabilitas laju inflasi.

“Untuk hari ini (Rabu, red), Pasar Murah Keliling menggelar kegiatan di Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia. Kami juga setiap harinya memantau harga bapok dan kemudian melaporkan perkembangan yang ada ke instansi terkait,” sebutnya. (ts04)