Agincourt Resources Inisiasi Program BABS di Tapsel, Berperan Penting dalam Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

1132
ilustrasi : Dilarang Buang Air Besar Sembarangan . (foto : Ist)

tobasatu.com, Batangtoru | Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR), mengupayakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada 32 desa sekitar tambang, yaitu Desa Muara Batangtoru serta Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Pada tahun 2015 lampau PTAR menginisiasi program ini dengan menggelontorkan dana hingga Rp1,16 miliar untuk memfasilitasi status bebas BABS dan mengedukasi masyarakat tentang sanitasi dan perilaku hidup sehat.

Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, mengatakan Program Stop BABS (Open Defecation Free/ODF) bertujuan secara mandiri guna menciptakan masyarakat yang higinenis dan saniter untuk menaikkan derajat kesehatan masyarakat setinggi mungkin.

Adapun Program Stop BABS juga dimaksudkan untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Tujuan 6 mencakup mencapai akses sanitasi dan kebersihan yang memadai dan merata bagi semua, menghentikan praktik buang air besar di tempat terbuka, dan memberikan perhatian khusus pada kebutuhan kaum perempuan dan kelompok masyarakat yang rentan.

Sementara Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) saat ini akan ditingkatkan menjadi  Jamban Sehat Permanen (JSP),  adapun jamban komunal (sharing) akan ditingkatkan menjadi JSSP semi permanen.

Program Stop BABS yang berhasil diterapkan di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru  tersebut melibatkan hampir 500 orang.

Agincourt Resources telah mengkampanyekan 5 pilar Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yakni Stop BABS, mencuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga kepada masyarakat sekitar.

Mengacu pada data Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Program Stop BABS sangat dibutuhkan di Tapanuli Selatan,  karena pada pada 2016 Kabupaten Tapanuli Selatan berada di urutan ke-11 terbawah dari 33 kabupaten/kota dalam hal kepemilikan jamban.

BACA JUGA  Agincourt Resources Inisiasi Deklarasi Stop BABS Dua Kecamatan di Tapanuli Selatan

Jamak ditemukan warga membuang hajatnya di sembarang tempat, seperti di kebun, sawah, sungai, dan lahan terbuka lainnya.

Padahal, kebiasaan buruk BABS dapat menimbulkan masalah kesehatan dan risiko penyakit seperti diare, cacingan, dan tipes.

Tiga penyakit ini merupakan penyakit terbanyak akibat faktor sanitasi yang terdata di Puskesmas Batangtoru dan Muara Batangtoru.

Selain daripada  Stop BABS, program kesehatan lain yang menjadi fokus PTAR yakni penyediaan layanan dokter spesialis ginekolog, pediatri, dan penyakit dalam di Puskesmas Batangtoru serta pemberian obat gratis atas resep dokter dan donasi peralatan penunjang pelayanan dokter spesialis.

Kini lebih dari 4.000 pasien  telah mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis yang disediakan PTAR hingga awal tahun 2024. (Bobby)