Masjid Raya Al Osmani, Tertua di Medan, Peninggalan Era Kesultanan Deli, Arsitektur Perpaduan Lima Kebudayaan Asing

287

tobasatu.com, Medan | Berdiri kokoh sejak tahun 1854, Masjid Raya Al Osmani yang kental dengan identitas budaya melayu, merupakan mesjid tertua di kota Medan. Masjid ini merupakan peninggalan di era Kesultanan Deli.
 

Masjid Raya Al Oesmani, atau yang sering disebut warga sekitar sebagai masjid kuning terletak di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Km 18,10 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, Sumatera Utara.

Masjid ini merupakan peninggalan Kerajaan Deli, oleh Sultan Osman Perkasa Alam, yakni Sultan ketujuh. Sejak berdiri pada tahun 1854, masjid saat ini telah berumur 170 tahun.

Ornamen masjid sangat menampilkan identitas melayu. Warna kuning mendominasi masjid. Warna ini merupakan salah satu warna ciri khas melayu. Saat ini, masjid Raya Al Osmani ini telah ditetapkan sebagai cagar buday oleh Pemerintah Kota Medan.

Selain kental dengan nuansa melayu, Masjid Raya Al Osmani ini memiliki perpaduan arsitektur 5 kebudayaan asing, mulai dari Timur Tengah yang terlihat pada kubah persegi delapan, arsitektur India yang tampak pada ukiran tiang, arsitektur China yang terlihat pada setiap pintu masjid, Melayu dan Spanyol yang terlihat dari warna dan desain bangunan.

Di bagian dalam masjid ini kita juga dapat melihat sebuah mimbar antik terbuat dari kayu ukir yang digunakan khotib. Mimbar masih terjaga hingga sekarang.

Kenaziran Masjid Al Osmani Ustadz Ahmad Fachruni, mengatakan selama bulan suci Ramadhan, masjid biasa digunakan jamaah untuk melaksanakan sholat tarawih, iftar jama’i atau berbuka puasa bersama, tadarus, hingga pelaksana sholat Idulfitri. (ts14)

BACA JUGA  Garam Langka, Koperindag Survey Pasar