BI Sumut: Penukaran Uang Baru Sudah Bisa Dilakukan, Catat Lokasi dan Syaratnya!

203
Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Suharman Tabrani dalam Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor BI Sumut, Medan, Rabu (20/3/2024).

tobasatu.com, Medan |Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan penukaran uang pecahan baru sudah bisa dilakukan,  diantaranya melalui kas keliling BI.

Jadwal kas keliling BI diantaranya ada di Pusat Pasar Medan pada tanggal 27 Maret, di Pasar Sukaramai pada tanggal 29 Maret dan di Plaza Medan Fair mulai tanggal 25 Maret sampai 5 April. Jam layanan di semua lokasi ini mulai dari pulul 09 WIB s/d 12.00 WIB.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Suharman Tabrani dalam Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor BI Sumut, Medan, Rabu (20/3). “Selain itu kas keliling penukaran uang pecahan baru juga bisa dilakukan di rest area tol Tebingtinggi dimulai pasa tanggal 2 sampi 4 april jamnya juga mulai 9 pagi hingga jam 12,” ujarnya.

Sebelum melakukan penukaran uang baru melalui kas keliling BI, masyarakat wajib mendaftarkan diri di website PINTAR BI, https://pintar.bi.go.id/.

Tahun ini, jumlah penukaran uang di layanan kas keliling BI maksimal Rp 4 juta. “Paket penukarannya Pecahan 50ribu (20 lembar atau 1 juta), pecahan 20ribu (50 lembar atau 1juta), pecahan 10ribu (100 lembar atau 1juta), pecahan 5ribu (100 lembar atau 500ribu), pecahan 2ribu (200 lembar atau 400ribu) dan pecahan 1000 (100 lmbat atau 100ribu).

Masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui website, kemudian mengambil uang di kas keliling sesuai tanggal, waktu, dan lokasi yang ditentukan.

Lebaran tahun 2024 ini, lanjut Suharman BI Sumut menyediakan uang tunai pecahan senilai Rp4,4 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga 18 maret, realisasi penukaran uang di BI Sumut pun sudah mencapai 1,2 Triliun.

“BI Sumut siap melayani kebutuhan masyarakat melalui perbankan dengan menyiapkan ± Rp7,2 Triliun. Proyeksi perbankan untuk periode RAFI 2024 adalah sebesar Rp6,8Triliun , Proyeksi kebutuhan perbankan menurut BI adalah sebesar Rp4,4Triliun.  Selisih proyeksi ini dipenuhi oleh metode TUKAB (Transaksi Uang Kartal Antar Bank) perbankan, dan mayoritas adalah uang pecahan besar,” ujarnya. (ts-20)