Sambangi Kantor PAN, Edy Rahmayadi Harap Didukung Jadi Gubernur Sumut

173
Edy Rahmayadi menyambangi kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara, Jalan Sei Lepan, Kota Medan, Kamis (16/5/2024). Kedatangan Edy untuk mendaftar sebagai calon Gubernur Sumut dari PAN. 

tobasatu.com, Medan | Edy Rahmayadi menyambangi kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara, Jalan Sei Lepan, Kota Medan, Kamis (16/5/2024). Kedatangan Edy untuk mendaftar sebagai calon Gubernur Sumut dari PAN.

Tiba di kantor PAN Sumut, Edy bersama tim disambut Sekretaris PAN Hendra Cipta dan para pengurus PAN. 

Usai menyerah formulir pendaftaran, mantan Gubernur Sumut itu menyampaikan harapannya untuk kembali didukung PAN seperti Pilkada Sumut 2018 silam. 

“Harapan saya seperti 5 tahun sebelumnya, partai PAN ini mengusung saya pada saat itu ada 8 kursi, kalau saat ini ada 6 kursi. Persoalan bukan kursinya, berapa pun kursinya do’anya itu yang paling penting,” kata Edy saat diwawancarai. 

Edy mengatakan, PAN adalah partai ke 7 yang dia datangi untuk meminta dukungan sebagai calon Gubernur Sumut. 

Mantan Ketua Umum PSSI itu menyebut kedatangannya langsung ke kantor PAN adalah wujud keseriusan sekaligus harapannya agar tetap dapat bersama PAN di pemilihan Gubernur 27 November 2024.

“Ini adalah keafdolan berkah semoga tetap bersatu baik untuk pencalonan Gubernur bahkan bersama sama membangun Sumut dari partai yang ada di legislatif,” kata Edy. 

“Ini yang membuat saya melamar hari ini karena pembukaan pendaftarannya juga belum lama kalau PAN ini. Kemarin pas baru dibuka saya tidak sedang ada di luar. Tapi tidak apa terlambat dari pada tidak sama sekali. Ini prosedur berdemokrasi,” sambungnya. 

Sementara itu Sekretaris PAN Sumut Hendra Cipta mengatakan, Edy adalah calon Gubernur yang mendaftarkan ke DPW PAN Sumut. Sebagai mantan Gubernur Sumut, PAN merasa terhormat atas kedatangan Edy. 

Usai menerima berkas pencalonan Edy, PAN selanjutnya akan melakukan pengkajian dan penjajakan bakal calon Gubernur yang mendaftarkan. 

“PAN punya prosedur untuk menentukan calon kepala daerahnya. Ada survei, rekam jejak bagi calon Gubernur. Karena pak Edy adalah tokoh di Sumut dan mantan Gubernur tentu ada rekaman jejak yang akan menjadi acuan untuk didukung pada Pilkada yang akan datang,” kata Hendra. (ts-02)