Kodam I/BB Bangun 5 Jembatan Bailey di Agam untuk Hubungkan Akses Jalur Darat

193

tobasatu.com, Agam | Lima unit jembatan bailey akan dibangun di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pembangunan jembatan bailey untuk menyambungkan akses jalur darat yang terputus paska-banjir lahar dingin Gunung Marapi.

Jembatan bailey akan dibangun Kodam I/Bukit Barisan bersama satuan jajarannya di wilayah Korem 032/Wirabraja.

Pangdam I/BB Mayjen TNI Mochammad Hasan menuturkan lima jembatan bailey yang dibangun itu meliputi Jembatan Tigo Niniak, Jembatan Rona Taluak, Jembatan Silaki 1, Jembatan Katiagan, dan Jembatan Congkong.

“Pembangunan lima jembatan Bailey tersebut merupakan salah satu dari sejumlah upaya penting dalam pelaksanaan langkah tanggap darurat di Kabupaten Agam yang dikerjakan pemerintah,” ucap Mochammad Hasan di sela menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di Pos Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam di Bukit Batabuah, Kecamatan Ampek Angkek, Rabu (15/5/2024) siang.

Sementara itu Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, menuturkan ada lima kecamatan yang terdampak cukup parah yakni Sungai Pua di Kecamatan Sungai Pua, Nagari Koto Tuo di Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Banuhampu, Nagari Batu Taba di Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Tilatang Kamang.

Bencana yang terjadi di Kabupaten Agam juga menyebabkan 3.000 jiwa warga masyarakat harus mengungsi (data BPBD Sumbar per Selasa, 14 Mei 2024).

“Setiap satu keluarga dapat bantuan tunggu hunian sebesar Rp500 ribu. Wali Nagari sudah kita minta untuk mendata kebutuhan makanan dan minum warga yang mengungsi,” jelas Suharyanto.

Selain itu, Suharyanto memastikan rumah warga yang rusak berat akan direlokasi dan diganti bangun baru senilai Rp60 juta.

“Jadi, satu keluarga yang rumahnya rusak berat, akan dapat satu rumah baru. Sedangkan untuk rumah rusak ringan, diberi uang pengganti Rp15 juta, dan rusak sedang Rp30 juta,” ungkap Suharyanto.

BACA JUGA  Kasad Ingatkan Pangdam I/BB Waspadai Potensi Ancaman di Selat Malaka

Ditambahkan Suharyanto, banyak sekali dampak bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Agam. Termasuk 75 hektar tanaman padi terendam, 25 hektar holtikultura terendam, dan 1,74 hektar lahan pertanian rusak.

Sedangkan korban jiwa yang terdata hingga kemarin, sebanyak 22 orang sudah ditemukan. “Satu di antaranya sedang diidentifikasi,” ucap Suharyanto.

Di akhir penjelasannya, Suharyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo setiap hari memantau kegiatan penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

“Kita diurus Presiden bersama beberapa pejabat ke daerah ini untuk menangani langsung proses tanggap darurat, sekaligus memberi penghiburan kepada warga masyarakat terdampak bencana,” tutupnya. (ts04)