Kemenkes dan KSRelief Operasi 30 Anak dengan Kelainan Jantung di RSUP Adam Malik

195
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi, meninjau pelaksanaan operasi jantung terhadap 30 anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Jumat (28/6/2024).

tobasatu.com, Medan | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) melaksanakan operasi jantung terhadap 30 anak di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Operasi ini berlangsung selama sepekan sampai 2 Juli 2024 mendatang. Sebelumnya sudah berjalan operasi jantung tahap pertama pada pasien dewasa yang juga dilaksanakan tim medis KSRelief pada 21-26 Mei 2024 lalu di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUP Haji Adam Malik.

Operasi ini ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi, Jumat (28/6/2024).

Dalam kunjungannya ke RSUP Haji Adam Malik Menkes mengatakan kerja sama ini merupakan terobosan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat khususnya anak-anak yang memiliki kelainan jantung bawaan.

“Di Indonesia ada sekitar 12.000 anak-anak lahir dengan cacat jantung bawaan. Namun hanya sekitar 6.000 anak yang dapat dioperasi karena keterbatasan dokter spesialis bedah jantung anak,” ujarnya.

Hal ini mengakibatkan sekitar enam ribu anak meninggal setiap tahun karena tidak dapar dioperasi. Karena itu, salah satu upaya pemerintah dengan menyekolahkan dokter menjadi spesialis bedah jantung anak serta bekerjasama dengan Arab Saudi mendatangkan para dokter ahli melakukan operasi jantung di RSUP Haji Adam Malik.

“Saya berterimakasih ke Raja Salman yang diwakili duta besar dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center yang sudah mau mengobati menyembuhkan anak-anak kita sekaligus juga mengajari dokter-dokter kita untuk bisa bekerja seperti mereka karena di Medan sebelumnya tidak bisa melakukan operasi jantung anak ini jadi anaknya dikirim ke Jakarta dan antriannya panjang sekali, mereka menunggu dan bisa meninggal,” ujarnya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin berharap kerja sama dengan luar negeri ini bisa terus dilakukan untuk menolong masyarakat Indonesia yang membutuhkan dan meningkatkan kemampuan dokter-dokter di Indonesia.

“Kita harap ke depan kita tidak hanya melakukan kerja sama dengan satu negara saja, tapi bisa ke negara lain. Kita mau juga ini dilakukan tak hanya di rumah sakit di Sumut saja, tapi bisa ke daerah lain seperti Sulawesi, Papua dan lainnya,” tutupnya.

Sementara itu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi menyampaikan pihaknya berharap bisa membantu lebih banyak lagi warga Indonesia khususnya anak dengan kelainan jantung. “Ini jadi strategi Raja Salman untuk bisa menolong banyak anak-anak khususnya di Indonesia. Kita lihat perkembangan dari kerja sama ini dan pasti akan kita lakukan lagi,” ujarnya.

Kerajaan Arab Saudi melalui KSRelief mengirim sebanyak 27 tenaga medis pada program operasi jantung tahap kedua ini. Mereka merupakan dokter konsultan bedah jantung, dokter konsultan jantung anak, dokter konsultan anak intensif, dokter konsultan anestesi jantung, perfusionis, terapis, perawat ahli, dan teknisi medis.

Acara yang disertai dengan peresmian Modular Operation Theatre (MOT) ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni, Ditektur RSUP Haji Adam Malik Zainal Safri. (ts-20)